
Oleh Redaksi
BANDAR HULUAN – Syukur, dan kebersamaan kental terasa di Kantor Camat Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Selasa (16/12/2025) siang. Tepat pukul 11.30 WIB, sebuah hajatan adat Mangupah Upah (Sukuran) digelar secara sederhana namun penuh makna, menandai bertambahnya enam Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di lingkungan kantor camat tersebut.
Mangupah Upah merupakan tradisi adat yang lazim dikenal sebagai sukuran. Dalam praktiknya, adat ini memiliki beragam bentuk dan tujuan, mulai dari ungkapan syukur lepas dari mara bahaya hingga perayaan fase penting kehidupan. Namun yang dilaksanakan kali ini bukanlah upah lepas dari maut, melainkan syukuran kebersamaan dan doa restu atas amanah baru yang diemban keenam P3K, tanpa bertentangan dengan nilai-nilai agama.
Adapun enam P3K yang mengikuti prosesi adat tersebut adalah:
- Arba Purba, warga Desa Tanjung Hataran, sebelumnya honorer Pendamping Sosial, kini P3K Kantor Camat Bandar Huluan.
- Maria Sagala, warga Bandar Tongah, sebelumnya honorer Pendamping PKH, kini P3K Kantor Camat Bandar Huluan.
- Muhammad Sahruddin, warga Naga Jaya I, sebelumnya honorer Dinas Sosial, kini P3K Kantor Camat Bandar Huluan.
- Sari Hidayah Purba, warga Pematang Bandar, sebelumnya honorer administrasi perkantoran, kini P3K Kantor Camat Bandar Huluan.
- Valantina Simanjuntak, warga Pematang Raya, sebelumnya honorer administrasi perkantoran, kini P3K Kantor Camat Bandar Huluan.
- Dian Dwi Wardan, warga Bahung Kahean, sebelumnya honorer Dukcapil Simalungun, kini P3K pelayanan Capil Kantor Camat Bandar Huluan.
Dengan duduk berbaris rapi dan penuh kerendahan hati, keenam P3K tersebut memohon doa restu, dukungan, serta tali kasih dari seluruh pegawai, mitra kerja, tokoh masyarakat, tokoh agama, LSM, pemerhati, hingga insan pers yang hadir.
Acara dipandu oleh Sekretaris Camat Bandar Huluan, R. Br. Purba, dan diawali dengan doa yang dipimpin tokoh agama, Bapak Suhendro. Selanjutnya, Camat Bandar Huluan, Akbar Putra Siregar, M.Si, menyampaikan arahan dan nasihat yang menekankan hakikat tugas aparatur kecamatan sebagai pelayan masyarakat.
“Pegawai kantor camat berfungsi melayani warga sebagai parhobas, pembantu pemerintah Kabupaten Simalungun. Disiplin, sapa, dan senyum adalah kebutuhan utama dalam melayani masyarakat,” tegas Camat.
Sebagai simbol doa dan penguatan semangat, Camat kemudian menaburkan beras ke kepala keenam P3K, disertai harapan agar mereka bekerja dengan penuh semangat dan kejujuran.
Nasihat juga disampaikan tokoh agama Kristen, Pendeta WH Butar-butar, yang menegaskan bahwa setiap pekerjaan dan jabatan adalah amanah Tuhan Yang Maha Esa.
“Dalam suka maupun duka pekerjaan, terimalah dengan ucapan syukur. Jalankan tugas sesuai fungsi, sambil menjaga nama baik pemerintahan,” ujarnya.
Pendeta WH Butar-butar turut melaksanakan prosesi Sipirni Tondi dengan menaburkan beras ke kepala masing-masing P3K, seraya mengutip pepatah Batak:
“Pirma pokki bahul-bahul pancalongan, pirma tondimuna julu-julu ma pangomoan,”
yang bermakna bahwa kerasnya perintah dan beratnya pekerjaan adalah bagian dari jalan kehidupan, dan bila dijalani dengan sungguh-sungguh akan membuka pintu rezeki.
Prosesi tersebut diiringi seruan “Horas, Horas, Horas” sebanyak tiga kali secara serentak. Selanjutnya, doa dan taburan beras Sipirni Tondi juga dilakukan oleh tokoh agama Islam, Bapak Suhendro, sesuai tuntunan agama Islam.
Acara kemudian ditutup dengan jamuan makan bersama dalam suasana kekeluargaan. Hajatan sederhana namun sarat nilai ini dihadiri tokoh kepemudaan Karang Taruna, pemerhati, LSM, insan pers, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta seluruh pegawai Kantor Camat Bandar Huluan.
Sukuran ini bukan sekadar perayaan status kepegawaian, melainkan peneguhan komitmen moral dan spiritual: bahwa menjadi P3K adalah panggilan pengabdian, bekerja jujur, melayani dengan hati, dan menjunjung tinggi nilai adat, agama, serta kemanusiaan.(*)



























Discussion about this post