Oleh WH Butarbutar
Simalungun – Sebuah peristiwa tak biasa terjadi di Desa Bandar Tongah, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun. SD Negeri 091673, sekolah rakyat yang telah berdiri lebih dari 75 tahun, mendadak menjadi sorotan setelah menggelar perayaan Hari Guru ke-80 yang disebut-sebut paling meriah sepanjang sejarah sekolah tersebut.
Jika selama puluhan tahun peringatan Hari Guru hanya dirayakan sederhana—cukup dengan makan bersama para guru di meja kantor—tahun 2025 menjadi titik balik yang mengejutkan. Para guru, orang tua murid, dan seluruh warga desa bergotong royong mewujudkan perayaan besar yang tampilannya bahkan disebut setara dengan acara tingkat kecamatan.
Pawai 3 Kilometer: Desa Mendadak Penuh Riuh
Perayaan dimulai pada 24 November 2025, diawali dengan pawai sepanjang 3 kilometer melintasi jalan protokol dari Pematang Bandar menuju Bandar Tongah.
Para guru dan 242 siswa-siswi berjalan kaki sambil mengenakan pakaian adat Simalungun, diiringi marching band sederhana namun meriah. Warga desa berkerumun di pinggir jalan, mengabadikan momen yang jarang terjadi.
Pangulu Desa Bandar Tongah, Nazaruddin Damanik, mengaku bangga atas perubahan besar yang terjadi di sekolah itu.
“Selama dipimpin Ibu Susilawati Purba, perkembangan murid terlihat sangat pesat. Semangat guru-gurunya luar biasa,” ujarnya.
Upacara Hari Guru 25 November: Megah, Hikmat, dan Sarat Makna
Pada 25 November 2025, tepat di Hari Guru nasional, perayaan puncak digelar di halaman sekolah. Suasananya disebut banyak warga sebagai yang paling megah dalam 80 tahun terakhir.
Upacara dipimpin oleh Guru Yimmi Parhusip dan dibina langsung oleh Kepala Sekolah, Susilawati Purba, S.Pd., yang sekaligus membacakan arahan Menteri Pendidikan.
Momen paling menyentuh terjadi saat pengibaran bendera Merah Putih, diiringi lagu Indonesia Raya, dibawakan oleh tiga guru penggerek bendera yang mengenakan pakaian adat Simalungun:
- Cicimai Sara Sinaga
- Difa Citra
- Asmidar Saragih
Pembacaan Ikrar Guru dilakukan oleh Ibu Santa Monika Rumapea, disambut dengan tepuk tangan seluruh hadirin.
Komite: “Guru adalah Pahlawan Bangsa”
Ketua Komite Sekolah, Aprima Sukisna, menegaskan bahwa guru adalah tiang peradaban bangsa.
“Tanpa guru, anak-anak tidak akan terarah. Tidak ada martabat bangsa tanpa pendidikan,” ujarnya lantang.
Tantangan Sekolah: Murid Terbanyak, Guru Hanya 18 Orang
Dalam arahannya, Kepala Sekolah menyinggung tantangan besar yang dihadapi SDN 091673. Sekolah ini memiliki jumlah siswa terbanyak di Kecamatan Bandar Huluan—mencapai 242 anak, sementara jumlah guru dan tenaga kependidikan hanya 18 orang.
Ia juga menekankan pentingnya pendidikan inklusif.“Di sekolah ini ada siswa penyandang disabilitas. Mereka wajib kita terima, wajib kita layani, karena semua anak bangsa berhak belajar,” tegasnya.
Susilawati menutup arahannya dengan penekanan disiplin dan doa agar sekolah terus menjadi kebanggaan desa.“Nama baik sekolah adalah tanggung jawab semua guru,” katanya.
Penampilan Seni Pelajar Bikin Haru
Acara ditutup dengan berbagai hiburan, termasuk tarian tradisional oleh siswa-siswi. Orang tua murid yang hadir sebagai tamu kehormatan tampak terharu dan bangga melihat penampilan anak-anak mereka.
Dari acara sederhana selama 75 tahun, kini SDN 091673 membuktikan bahwa sekolah desa pun mampu mencetak sejarah dengan gotong royong dan semangat kebersamaan.
Warga menyebut perayaan ini sebagai “Hari Guru terbesar dalam sejarah SDN 091673”—dan berpotensi menjadi viral karena kehangatan dan kemeriahannya.(*)


























Discussion about this post