
Oleh Syarifuddin
TAPTENG — Semangat kebersamaan antara masyarakat dan Pemerintah Desa Siordang, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah, telah melahirkan sebuah perubahan besar bagi warga tani di wilayah tersebut. Akses menuju lahan pertanian yang selama bertahun-tahun sulit dilalui kini dibuka secara bertahap berkat gotong royong dan swadaya masyarakat yang kemudian dilanjutkan dengan pembangunan rabat beton oleh Pemerintah Desa menggunakan dana desa tahun 2025.
Berdasarkan amatan awak media beritamonalisa.com, Rabu (21/1/2025), pembangunan rabat beton jalan tani di Dusun III Desa Siordang dengan panjang 242,40 meter serta dua unit jembatan plat deggar kini hampir rampung. Proyek tersebut dikerjakan melalui dana desa dengan pagu anggaran sebesar Rp 218.191.700.
Sebelum adanya akses jalan ini, petani di Dusun III harus bersusah payah memikul hasil pertaniannya — mulai dari tandan buah segar kelapa sawit, getah karet, hingga hasil panen musiman seperti durian, jengkol, dan petai — hanya untuk dibawa ke toke pengumpul. Kondisi itu berlangsung bertahun-tahun karena kendaraan tidak dapat masuk ke lahan warga.
Kini, berkat pembukaan akses jalan menggunakan alat berat excavator secara patungan oleh para pemilik lahan dan dilanjutkan dengan pembangunan rabat beton oleh Pemdes, perubahan signifikan mulai dirasakan masyarakat. Toke pengumpul sudah bisa masuk mendekati lahan pertanian, sehingga warga tidak lagi harus memikul hasil panen sejauh sebelumnya.
Tokoh masyarakat Siordang, Amidun Simatupang, menyambut baik pembangunan tersebut. “Petani sudah senang sekarang. Untuk mengangkut hasil tani atau membawa pupuk dan keperluan lainnya sudah bisa menggunakan sepeda motor maupun mobil bak terbuka,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Siordang, Anita Sitanggang, membenarkan bahwa pembangunan rabat beton tersebut merupakan usulan langsung dari masyarakat dalam musyawarah rencana pembangunan Desa Siordang tahun 2024. “Masyarakat membuka jalan secara swadaya, dan Pemerintah Desa Siordang memanfaatan dana desa tahun 2025 untuk membangun rabat beton agar meringankan kesulitan warga mengangkut hasil pertaniannya,” jelas Anita, yang saat dikonfirmasi turut didampingi suaminya bermarga Pasaribu dan Ketua LSM KCBI Tapteng, Manuel Simanullang.
Ketua LSM KCBI Tapanuli Tengah, Manuel Simanullang, menyampaikan apresiasinya atas kuatnya rasa kebersamaan warga dan Pemerintah Desa Siordang. “Kebersamaan masyarakat dan pemerintah desa ini patut menjadi contoh bagi desa-desa lain di Tapanuli Tengah. Dengan bekerja bersama, pembangunan desa bisa lebih cepat terwujud,” tegasnya.
Pembangunan jalan tani ini bukan hanya membuka akses fisik, tetapi juga membuka harapan baru bagi peningkatan ekonomi masyarakat Desa Siordang.(*)



























Discussion about this post