
Oleh Syarifuddin
Tapanuli Tengah — Suasana tegang menyelimuti Kabupaten Tapanuli Tengah pada Senin malam (17/11/2025) ketika Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapteng menerima laporan hilangnya empat warga di kawasan hutan Desa Aek Horsik, Kecamatan Badiri. Keempat warga tersebut tidak kunjung pulang setelah meninjau lahan kebun yang rencananya akan dibeli.
Kepala BPBD Tapteng, Rahman Husein, SAP, mengungkapkan bahwa laporan datang sekitar pukul 20.30 WIB dari pihak keluarga. Saat dihubungi, ponsel korban masih aktif dan terdengar suara panik. Mereka menginformasikan bahwa sedang tersesat di dalam hutan, dalam kondisi hujan lebat dan gelap, tanpa mampu menemukan jalan keluar.
“Melihat kondisi cuaca malam itu yang tidak memungkinkan, tim sepakat untuk memulai pencarian pada Selasa pagi,” ujar Rahman.
Selasa pagi (18/11/2025) pukul 09.00 WIB, Satgas BPBD Tapteng bersama keluarga korban bergerak menuju kawasan hutan yang dicurigai sebagai lokasi terakhir para warga terlihat. Medan terjal dan licin akibat hujan menambah berat langkah tim penyelamat.
Empat anggota Satgas BPBD — Jepriadi Pasaribu, Ruhut Efendi, Tulus Eka Putra Waruwu, dan Beni P. Simatupang — bersama lima anggota keluarga korban, menyisir hutan selama lebih dari lima jam.
Upaya itu akhirnya berbuah hasil. Para korban ditemukan dalam kondisi kelelahan dan lemas, namun selamat. Mereka langsung dipandu keluar dari hutan dan dipulangkan ke rumah masing-masing.
- Musliandri (50-an), warga Kelurahan Hutabalang, Kecamatan Badiri
- Nurmina Zendrato (40-an), warga Kelurahan Hutabalang, Kecamatan Badiri
- Parman Batubara (52), warga Kecamatan Pandan
- Klonder Pasaribu (70-an), warga Kelurahan Hutabalang, pemilik lahan
Keempatnya mengaku kehilangan arah akibat cuaca buruk dan minimnya penerangan saat perjalanan pulang.
Pihak keluarga mengapresiasi respon cepat Pemkab Tapteng, terutama BPBD, dalam upaya pencarian tersebut. “Kami sangat berterima kasih atas kesigapan BPBD Tapteng yang telah membantu mencari keluarga kami,” ujar salah satu keluarga korban.
Kepala BPBD Tapteng mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat memasuki kawasan hutan.
“Pastikan memahami rute dan kondisi medan. Jika memungkinkan, bawalah pendamping yang menguasai wilayah untuk menghindari risiko tersesat,” tegas Rahman Husein.(*)



























Discussion about this post