Oleh Syarifuddin
Tapanuli Tengah — Suasana serius menyelimuti ruang kerja Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Dra. Nurjalilah, Rabu (5/11/2025), saat menerima audiensi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan.
Dalam pertemuan tersebut, BMKG secara tegas menyampaikan potensi ancaman gempa besar Megathrust di Segmen Mentawai–Siberut, yang berhadapan langsung dengan wilayah pesisir Tapanuli Tengah.
Audiensi ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana alam skala besar, melalui kolaborasi lintas lembaga antara Pemda, BPBD, dan BMKG.
Dalam paparannya, Bertalina Sihotang, S.Tr., M.Si, perwakilan BMKG Wilayah I Medan, menjelaskan bahwa segmen Megathrust Mentawai–Siberut telah menyimpan energi tektonik selama lebih dari dua abad.
“Secara historis, segmen ini belum melepaskan energi sejak gempa besar pada tahun 1797 dan 1833. Tekanan yang terus terakumulasi berpotensi memicu gempa Megathrust dengan magnitudo di atas M 8,6, yang dapat menimbulkan tsunami di sepanjang pantai barat Sumatra, termasuk wilayah Tapanuli Tengah,” ungkap Bertalina dengan nada tegas.
Ia menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat pesisir, karena skenario gempa Megathrust merupakan ancaman nyata yang bisa terjadi kapan saja.
Menanggapi paparan tersebut, Plt. Sekdakab Tapteng Dra. Nurjalilah menyampaikan apresiasi sekaligus komitmen penuh Pemerintah Daerah untuk memperkuat langkah mitigasi bersama BMKG.
“Kami berterima kasih atas informasi dan peringatan yang disampaikan BMKG. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah berkomitmen penuh untuk bekerja sama dalam penyusunan rencana kontinjensi dan pelatihan kesiapsiagaan menghadapi potensi Gempa Megathrust,” ujarnya.
Nurjalilah menegaskan bahwa Pemkab Tapteng siap menindaklanjuti hasil audiensi ini melalui program edukasi, simulasi bencana.(*)



























Discussion about this post