
Oleh Redaksi
TAPANULI TENGAH — Warga Dusun VI Desa Simpang Tiga Lae Bingke, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah, akhirnya bisa bernafas lega. Impian bertahun-tahun untuk memiliki jalan pertanian yang layak kini menjadi kenyataan setelah Pemerintah Desa setempat memanfaatkan Dana Desa Tahun 2025 untuk membangun infrastruktur jalan tani di wilayah mereka.
Proyek pembangunan ini meliputi pengerasan jalan telepord sepanjang 247,15 meter, pembangunan dua unit jembatan plat deker, serta tembok penahan tanah (TPT) sepanjang 20 meter dengan tinggi 3 meter. Total anggaran yang dialokasikan melalui dana desa mencapai Rp289.934.200.

Petani Tak Lagi Memikul Panen
Warga Dusun VI yang ditemui tim BeritaMonalisa.com pada Rabu, 24 September 2025, menyatakan kegembiraan mereka. Salah satu warga menyebut bahwa sebelumnya, hasil panen harus dipikul secara manual karena tidak adanya akses jalan yang memadai menuju kebun.
“Dulu kami pikul sawit dan hasil kebun pakai bahu. Sekarang sudah bisa pakai sepeda motor dan mobil pick-up,” ujar seorang petani yang enggan disebutkan namanya.
Tidak hanya petani, warga yang memiliki rencana membangun rumah di sekitar areal tersebut pun menyambut pembangunan ini dengan penuh antusias. Jalan yang kini tersedia membuka peluang pertumbuhan pemukiman baru di wilayah Dusun VI.
5000 Kilogram Sawit Tiap Minggu
Kepala Dusun VI, Sahat Horas Manalu, mengungkapkan bahwa potensi pertanian di dusunnya sangat besar. Setiap minggu, sedikitnya 5.000 kilogram tandan buah segar (TBS) kelapa sawit diangkut dari kebun-kebun warga, belum termasuk hasil pertanian lainnya seperti pisang, jagung, dan sayuran.
“Dulu sulit keluar karena tidak ada jalan. Sekarang sudah lancar. Ini bukan hanya kemajuan infrastruktur, tapi juga ekonomi masyarakat,” ujar Sahat.

Komitmen Pemerintah Desa
Kepala Desa Simpang Tiga Lae Bingke, Jontri Tumanggor, didampingi Kaur Pembangunan Las Roha Tumanggor dan Kadus VI Sahat Horas Manalu, menjelaskan bahwa pembangunan jalan tani di Dusun VI adalah bagian dari hasil Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) tahun 2024.
“Ini adalah hasil dari aspirasi masyarakat yang dituangkan dalam musyawarah desa. Kami realisasikan di tahun 2025 dengan dana desa sebagai bentuk komitmen mendukung produktivitas pertanian warga,” jelas Jontri.
Ia juga menekankan pentingnya perawatan dan kesadaran kolektif dalam menjaga infrastruktur tersebut. Pemerintah desa mengimbau agar jalan tani tidak dilintasi oleh kendaraan dengan muatan lebih dari 3 ton, karena struktur jalan belum dirancang untuk beban berat.
“Mari kita rawat dan jaga bersama. Jangan rusak fasilitas yang dibangun dari uang rakyat. Ini adalah milik bersama,” tegasnya.
Dampak Nyata Bagi Ekonomi Desa
Pembangunan ini tidak hanya membuka akses, tetapi juga membuka harapan. Dengan adanya jalan tani yang layak, petani bisa lebih mudah menjual hasil panen, biaya transportasi menurun, dan nilai jual produk meningkat karena kualitas panen terjaga saat diangkut.
Dusun VI, yang selama ini terpinggirkan dalam pembangunan infrastruktur desa, kini mulai menapaki jalur kemajuan. Pembangunan berbasis kebutuhan dan aspirasi warga menjadi fondasi kuat menuju desa yang mandiri dan produktif.(*)
Reporter: Syarifuddin Simatupang
Editor: Tim Redaksi BERITAMONALISA.COM
Lokasi: Simpang Tiga Lae Bingke, Tapanuli Tengah
No Result
View All Result
Discussion about this post