Oleh Syarifuddin Simatupang
Tapanuli Tengah – Kepala Desa Simpang Tiga Lae Bingke, Jontri Tumanggor, menandatangani persetujuan penggunaan 30 persen dana desa tahun 2026 sebagai jaminan bagi Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Persetujuan ini diputuskan dalam Musyawarah Desa Khusus (Mudeskus) yang digelar di Kantor Desa Simpang Tiga Lae Bingke, Kecamatan Sirandorung, Selasa (16/9/2025).

Hadir dalam musyawarah tersebut Camat Sirandorung Panuturi Simatupang, Kasi PMD Kecamatan Sirandorung Edward Panggabean, Pendamping Desa Nurvita Julia Sihotang, Pendamping Lokal Desa (PLD) Sahinuddin Simanjuntak, Ketua BPD Rusman Silaban, Ketua Kopdes Merah Putih Saoloan Tumanggor, pengurus koperasi, aparat desa, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Jontri Tumanggor menegaskan pentingnya dukungan semua pihak terhadap keberadaan Kopdes Merah Putih sebagai wadah peningkatan ekonomi masyarakat. Ia juga menjelaskan bahwa selain alokasi 30 persen dana desa tahun 2026 untuk jaminan pinjaman koperasi, sebanyak 20 persen dana desa tahun 2025 akan dialokasikan untuk program ketahanan pangan.
“Ini bukan main-main. Pengurus Kopdes dan pengurus ketahanan pangan harus serius dan bersemangat melaksanakan program ini demi peningkatan ekonomi desa. Bila tidak serius, 50 persen dana desa kita di tahun 2026 bisa tersedot untuk program pemerintah pusat,” tegas Jontri sambil menandatangani surat persetujuan.
Camat Sirandorung, Panuturi Simatupang, dalam arahannya menjelaskan bahwa alokasi 30 persen dana desa hanya bersifat jaminan. Dana itu baru digunakan bila terjadi kredit macet oleh anggota koperasi. “Namun jika anggota lancar membayar kewajiban, maka jaminan tersebut akan kembali ke kas desa,” katanya.
Pendamping Desa, Nurvita Julia Sihotang, menambahkan bahwa keberadaan dana jaminan ini bertujuan menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan koperasi. Ia mendorong masyarakat untuk bersemangat menjadi anggota karena semakin banyak anggota, semakin besar pula pinjaman yang bisa diajukan koperasi ke bank penyalur. Selain itu, anggota berhak mendapatkan subsidi barang dari pemerintah, seperti pupuk, beras, minyak goreng, hingga gas 3 kg.
Ketua Kopdes Merah Putih, Saoloan Tumanggor, mengungkapkan saat ini koperasi memiliki 152 anggota, dengan 142 di antaranya masih aktif. Namun, dalam dua minggu terakhir belum ada penambahan anggota baru. Ia mengajak pengurus dan aparat desa lebih giat mengajak masyarakat untuk bergabung demi memperkuat koperasi.
Sementara itu, PLD Sahinuddin Simanjuntak mengingatkan agar anggota disiplin membayar angsuran. “Kalau ada tunggakan, dana desa 30 persen itu akan dipakai untuk menutupinya. Supaya kas desa tidak terkuras, jangan sampai ada anggota yang menunggak,” tegasnya.
Ia juga menyebut bahwa pemerintah pusat telah menyediakan dana Rp3.000 triliun di Bank Indonesia yang dapat diakses oleh Kopdes di seluruh Indonesia melalui Bank Himbara, termasuk BRI. Besaran pinjaman ditentukan oleh jumlah anggota dan nilai jaminan dana desa. Jika koperasi berjalan lancar, jaminan akan dikembalikan ke kas desa, sementara pemerintah desa akan memperoleh 20 persen dari Sisa Hasil Usaha (SHU) untuk pembangunan desa.(*)
No Result
View All Result
Discussion about this post