Oleh Syarifuddin Simatupang
Sarma Nauli, Tapanuli Tengah — Pemerintah Desa (Pemdes) Sarma Nauli, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa untuk tahap I dan II sekaligus menggelar Pra-Kegiatan Dana Desa Tahun Anggaran 2025, Jumat (20/6/2025).

Sebanyak 25 Kepala Keluarga menerima BLT sebesar Rp1.800.000,- per keluarga untuk enam bulan, terhitung Januari hingga Juni 2025 (Rp300.000,-/bulan). Suasana haru mewarnai proses penyaluran, di mana sebagian besar penerima manfaat adalah warga lanjut usia yang datang ke kantor desa dengan dituntun anak atau cucunya.
Erdina Simanullang (63), salah seorang penerima manfaat, tak kuasa menyembunyikan rasa syukurnya. “Ini pertama kali saya menerima BLT. Senang dan bahagia sekali, mudah-mudahan tahun depan bisa dapat lagi,” ujarnya.
Kepala Desa Sarma Nauli, Mardimpu Simatupang, menyampaikan bahwa penyaluran BLT ini adalah bentuk nyata komitmen Pemdes dalam membantu warga yang terdampak ekonomi. Ia menegaskan, dana desa bukan hanya untuk pembangunan fisik, tetapi juga untuk ketahanan pangan dan penguatan koperasi desa.
“Selain BLT, hasil musyawarah pra-kegiatan menetapkan sejumlah pembangunan fisik yang akan dilaksanakan tahun 2025. Di antaranya pengaspalan jalan sepanjang 300 meter, pembangunan jembatan plat besi di Dusun IV, serta pembuatan alun-alun desa,” terang Kades.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Sekcam Manduamas Ali Imsan Situmorang, Kasi Pemerintahan Rolina Sihotang, Pendamping Desa Saperyadi Tanjung, Pendamping Lokal Desa Afrisal Nosri Meha, Babinsa Kopda JF Siregar, Bhabinkamtibmas Briptu D. Sembiring, Ketua BPD Japiner Tarihoran, serta tokoh masyarakat dan aparat dusun.
Dalam arahannya, Sekcam Ali Imsan Situmorang mengimbau agar dana BLT digunakan untuk kebutuhan yang bermanfaat, bukan untuk hal yang tidak perlu.
“Gunakan bantuan ini sebaik mungkin. Jangan habiskan untuk pota-pota (foya-foya),” tegasnya.
Hal serupa disampaikan Kasi Pemerintahan, Rolina Sihotang, yang mengajak warga untuk bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan dan memperkuat solidaritas antarwarga.
Sementara itu, Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga mengingatkan warga untuk menjaga keamanan desa dan tidak mudah terprovokasi isu-isu yang menyesatkan. “Yang paling penting, jangan mengambil barang yang bukan milik kita. Itu mencuri, dan ada konsekuensi hukum yang berat,” tegas Kopda JF Siregar.(*)



























Discussion about this post