Oleh Syarifuddin Simatupang
Tapanuli Tengah – Setelah 15 tahun dihantui banjir akibat parit yang dangkal dan menyempit, warga Lingkungan I Kelurahan Perluasan, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), akhirnya bisa bernapas lega. Dengan melibatkan LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (KCBI), Pemerintah Kelurahan Perluasan, dan bantuan alat berat (excavator), pencucian parit sepanjang 3.500 meter pun berhasil dilaksanakan.

Pengerjaan parit dilakukan atas inisiatif warga bersama LSM KCBI Tapteng yang dipimpin Manuel Simanullang. Mereka menggalang dukungan dari 50 kepala keluarga pemilik lahan dan mengajukan proposal bantuan dana kepada tiga perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Manduamas. Proposal tersebut mendapat respons positif dan disetujui pada Mei 2024 oleh Lurah Perluasan, Bistok Marbun, serta Camat Manduamas, Lisnawati Lumbantobing.
“Sudah 15 tahun parit ini dangkal. Kalau hujan deras atau air laut pasang, kebun sawit kami selalu tergenang. Banyak tanaman yang mati dan gagal tumbuh,” ujar Harefa, salah satu pemilik lahan, diamini Tumanggor, Manullang, dan Kepling Lingkungan I, Boru Simanjuntak.

Melalui sinergi yang baik, dua perusahaan sawit dan satu perusahaan pengelolaan hutan setempat mengucurkan dana sebesar Rp45 juta. Dana tersebut digunakan untuk pengadaan alat berat dan operasional pencucian parit.
Ketua LSM KCBI Tapteng, Manuel Simanullang, menyebut aksi ini menjadi contoh nyata gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak, terutama perusahaan yang merespon keluhan masyarakat. Ini bukti bahwa dengan kebersamaan, masalah yang bertahun-tahun bisa diatasi,” ujar Manuel.
Kini, warga optimis bahwa lahan pertanian dan kebun sawit mereka akan kembali subur. Dengan aliran air yang kembali lancar, risiko banjir bisa diminimalisir, dan produksi perkebunan rakyat pun diharapkan meningkat.(*)



























Discussion about this post