Oleh Redaksi
Pematangsiantar | – Kasus perundungan yang melibatkan siswi SMP Negeri 12 Pematangsiantar telah berakhir damai pada Sabtu (26/9/2026). Namun, persoalan tersebut kembali menjadi perhatian setelah Komisi II DPRD Pematangsiantar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), Rabu (7/10/2026).
Dalam RDP tersebut, Ketua Komisi II DPRD Pematangsiantar, Hendra Pardede, meminta Dinas Pendidikan mengevaluasi Kepala SMPN 12 terkait persoalan tersebut.
Menanggapi hal itu, Pengamat pendidikan kota Pematangsiantar, Rocky Marbun berpandangan bahwa evaluasi terhadap kepala sekolah tidak perlu dilakukan. Menurutnya, semua pihak sebaiknya merujuk pada surat perdamaian yang telah disepakati kedua belah pihak dan diketahui Kepala Dinas Pendidikan, Polsek Siantar Selatan, serta pihak-pihak yang terlibat.
“Surat perdamaian ini adalah akhir dari sebuah pertikaian atau perkelahian siswi yang bersangkutan. Yang artinya di sana tidak ada lagi persoalan,” kata Rocky Marbun, Jumat (9/10/2026).
Ia juga meminta agar persoalan tersebut tidak terus diungkit atau diperbesar karena telah diselesaikan melalui kesepakatan damai.
Terkait usulan evaluasi kepala sekolah, Rocky menilai DPRD lebih baik mendorong pembenahan sistem pendidikan dan memperketat aturan sekolah agar kejadian serupa tidak terulang.
“Artinya kepsek tidak perlu dievaluasi. Cukup peraturan di sekolah yang harus diperketat, tidak boleh ada pertikaian di antara siswa, saling menjaga, saling menghormati, dan saling mendukung sesama siswa,” tegasnya.
Rocky turut menyoroti pentingnya sikap netral dalam pendampingan hukum terhadap anak yang terlibat pertikaian. Menurutnya, penanganan perkara anak harus mengedepankan pembinaan dan kepentingan terbaik bagi anak, sesuai ketentuan perlindungan anak.
“Artinya harus dilakukan pembinaan sesuai undang-undang perlindungan anak,” ujarnya.
Di akhir wawancara, Rocky mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kualitas pendidikan di Kota Pematangsiantar, termasuk memperkuat pembinaan karakter dan moral para pelajar.



























Discussion about this post