
Oleh Nico
PEMATANGSIANTAR |- Pematangsiantar diguncang kontroversi setelah muncul tuduhan serius dari Kepala Dinas Perhubungan Pematangsiantar, Julham Situmorang. Dalam unggahan Facebook pribadinya pada Senin dini hari (28/7/2025), Julham mengaku menjadi korban pemerasan oleh Kanit Tipikor Polres Pematangsiantar yang diduga meminta Rp200 juta sebagai syarat menghentikan proses hukum kasus retribusi parkir RS Vita Insani.
Namun, penangkapan ini justru memicu kontroversi setelah Julham mengaku menjadi korban pemerasan. Dalam unggahan Facebook-nya, ia menuding Kanit Tipikor Ipda Lizar Hamdani meminta Rp200 juta sebagai imbalan untuk menghentikan kasusnya. “Lizar meminta saya, sebagai Kadishub, menyetor Rp200 juta agar kasus ini dihentikan,” tulis Julham dalam postingan yang dibuat dini hari.
Klaim ini langsung mendapat respons cepat dari Kapolres AKBP Sah Udur TM Sitinjak dan menyebut apabila benar anggotanya melakukan pemerasan, Julham Situmorang bisa melaporkannya ke Seksi Pengawasan ataupun Seksi Propam Polres Pematangsiantar.
“Masyarakat bebas melaporkan. Kita ada wadahnya. Kalau memang memberikan kritik, saran dari masyarakat atau adanya kecurigaan-kecurigaan, kita ada wadahnya,” kata Sah Udur.
Sah Udur mengaku sudah memeriksa sendiri Ipda Lizar Hamdani dan dari hasil pemeriksaan, yang bersangkutan tidak melakukan aksi pemerasan yang disebutkan Julham Situmorang. “Langsung saya melakukan pemeriksaan terhadap Kanit Tipikor dan penyidik dalam kasus ini. Dan saat ini Kanit Tipikor tetap akan melakukan tugasnya,” kata Sah Udur.
Publik sekarang dibuat bingung dengan dua versi yang saling bertolak belakang ini. Di satu sisi, ada pejabat yang mengaku menjadi korban pemerasan. Di sisi lain, kepolisian menepis tudingan tersebut dan bahwa Julham tidak kooperatif dalam proses hukum.
Yang jelas, kasus ini telah membuka kotak Pandora tentang hubungan antara birokrasi dan penegak hukum di Pematangsiantar. Masyarakat kini menunggu: akankah muncul bukti kuat yang mendukung salah satu pihak, atau apakah kasus ini akan tenggelam dalam pusaran saling tuduh tanpa penyelesaian?..(*)



























Discussion about this post