Oleh kemas nico
BERITAMONALISA.COM-PEMATANGSIANTAR |- Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar Operasi Pasar sebagai upaya menstabilkan harga beras yang terus meningkat. Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari berturut-turut, dimulai Selasa (22/07/2025) hingga Jumat (25/07/2025) di berbagai lokasi strategis.

Hari pertama operasi pasar berlangsung di Kantor Lurah Banjar (Kecamatan Siantar Barat) dan Kantor Lurah Bah Kapul (Kecamatan Siantar Sitalasari). Hari kedua menyusul di Kantor Camat Siantar Martoba dan Siantar Utara, disusul hari ketiga di Kantor Camat Siantar Selatan dan Siantar Timur. Sementara hari terakhir digelar di Kantor Camat Siantar Marihat dan Siantar Marimbun.

Dalam operasi ini, Pemko menyediakan beras SPHP seharga Rp50.000 per karung (5 kg). Rahmad, Sekretaris Lurah Banjar, melaporkan antusiasme tinggi masyarakat dengan terjualnya 142 karung dari target 200 karung hanya dalam waktu dua jam (09.00–11.00 WIB).

Syarat pembelian cukup dengan menunjukkan Kartu Keluarga (KK) dan KTP, dengan prioritas diberikan kepada warga tidak mampu yang tidak menerima bantuan lainnya. PNS, TNI, Polri, dan pensiunan dilarang membeli beras ini. Masyarakat dari luar kecamatan diarahkan menyesuaikan jadwal operasi pasar di wilayah masing-masing.
Transaksi diimbau menggunakan QRIS untuk keamanan, kemudahan tanpa kembalian, serta mendukung program digitalisasi daerah melalui TP2DD. Kebijakan ini sejalan dengan RPJMN dan RPJPD dalam percepatan akses keuangan daerah.
Suyatno, warga Kelurahan Banjar, mengapresiasi langkah Wali Kota Wesly Silalahi SH MKn ini. “Di tengah kenaikan harga beras, operasi pasar sangat membantu,” ujarnya. Kegiatan ini menjadi bentuk intervensi pemerintah menjaga stabilitas harga sekaligus mendorong inklusi keuangan digital. (*)



























Discussion about this post