Oleh Syarifuddin Simatupang
Tapanuli Tengah – Pemerintah Desa (Pemdes) Tumba, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah, langsung turun ke lapangan menindaklanjuti isu viral di media sosial terkait seorang warga Dusun II Tumba, Tianur boru Sihotang (46), yang dikabarkan tidak pernah menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.
Kepala Desa Tumba, Latifah Feliks Hasugian, SP, bersama Kepala Dusun II, Sinar Edy M. Purba, mendatangi rumah Tianur pada Selasa (22/07/2025) menjelang siang. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Tianur yang menjelaskan bahwa suaminya, Bangun Simajuntak (48), sedang pergi memancing.
Dalam perbincangan yang berlangsung hangat namun penuh keprihatinan itu, Tianur menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang terjadi di media sosial.
“Saya tidak pernah menyampaikan seperti yang tertulis di Facebook itu. Saya minta maaf, Kampung (Kades-red). Tidak ada niat saya meremehkan Kepala Desa,” ujar Tianur dengan nada sedih.
Ia juga mengklarifikasi bahwa keluarganya pernah menerima bantuan sembako saat pandemi COVID-19, serta beras bansos pada tahun 2024. Tianur menepis kabar bahwa rumah mereka tidak layak huni seperti yang beredar di media sosial.
“Saya hanya berharap bisa dimasukkan sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan anak saya bisa mendapat Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk melanjutkan sekolah, bukan menuduh atau menjelekkan pihak desa,” jelas ibu enam anak ini.
Menanggapi hal tersebut, Kades Latifah mengimbau agar masyarakat menyampaikan langsung keluhan kepada pemerintah desa, bukan kepada pihak luar atau melalui media sosial.
“Kalau ada keluhan, sampaikan ke Kepala Dusun atau langsung datang ke kantor desa. Jangan disampaikan ke sembarang orang,” ujar Kades Latifah tegas namun bersahabat.
Ia juga menambahkan, BLT Dana Desa diprioritaskan bagi warga yang benar-benar tidak mampu atau lanjut usia yang tidak lagi bisa bekerja. Sementara usulan untuk PKH telah dibuka pada periode April hingga Juni 2025 dan nama Tianur sudah diusulkan dalam daftar.(*)



























Discussion about this post