Oleh Suyanto
MEDAN – Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., yang juga Ketua KORMI Sumatera Utara, menghadiri Pelantikan Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Dong Yue Taiji Quan Indonesia (ADYTI) Provinsi Sumatera Utara Masa Bakti 2025–2029 di Cypress Room, Lantai 1, Grand City Hall Medan, Jalan Balai Kota No. 1, Kesawan, Senin, 21 Juli 2025.
Dalam sambutan pembuka, Baharuddin mengajak seluruh pemangku kepentingan olahraga rekreasi untuk saling mendukung perkembangan Taichi dan Wushu di Sumatera Utara. Ia menegaskan peran KORMI sebagai pintu awal pembinaan olahraga masyarakat yang dapat melahirkan atlet profesional berprestasi.
“Mari saling mendukung dan memberi masukan supaya Taichi di Sumut bisa menjadi andalan kita. KORMI adalah bagian dari pembinaan olahraga masyarakat—dari sinilah calon atlet-atlet profesional tumbuh,” ujar Baharuddin.
Bupati juga menaruh harapan besar kepada Ketua terpilih Ir. Johannes Irianto Wiranto agar di bawah kepemimpinannya ADYTI Sumut mampu melahirkan atlet-atlet Wushu dan Taichi yang membanggakan daerah. Ia mengingatkan bahwa Wushu merupakan salah satu cabang andalan Sumut di berbagai event nasional.
Prosesi pelantikan diawali pembacaan naskah oleh Drs. Effendy Hansen, dilanjutkan pengukuhan jajaran pengurus DPD ADYTI Sumut 2025–2029. Usai pengukuhan, Pataka ADYTI resmi diserahkan kepada Ir. Johannes Irianto Wiranto sebagai simbol mandat kepemimpinan.
Penandatanganan berita acara pelantikan turut disaksikan Baharuddin Siagian; Ketua Dewan Pembina DPP ADYTI Wirawati Hartawan; Ketua Harian DPP ADYTI Hermina Hasibuan; Dewan Kehormatan DPD ADYTI Sumut Mayjen (Purn.) Dr. Komaruddin Simanjuntak; serta Dewan Pembina DPD ADYTI Sumut Master Supandi Kusuma dan Juswan Tjoe. Acara kemudian diwarnai pemberian sertifikat, plakat, dan cendera mata.
Sebagai penutup, para peserta mengikuti latihan senam bersama disusul atraksi Wushu dan Taichi. Bupati Baharuddin turun langsung mempraktekkan gerakan, memberi semangat, dan menegaskan komitmen pemerintah daerah mendukung olahraga masyarakat berbasis tradisi dan kesehatan.(*)



























Discussion about this post