Oleh Leo Siagian
BERITAMONALISA.COM | – Meskipun cuaca mendung dan gerimis, antusiasme warga Kecamatan Garoga tetap tinggi menghadiri pelantikan pengurus tim relawan dan Srikandi TPS dari delapan desa di Kecamatan Garoga, Kamis (31/10/2024). Acara yang berlangsung di Lapangan Merdeka tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua Tim Pemenangan Satika-Sarlandy, Dr. Drs. Nikson Nababan, M.Si., Ketua DPC PKB Tapanuli Utara Tigor Lumbantoruan, Sekretaris Umum Tim Pemenangan Dompak Hutasoit, Ketua DPRD Tapanuli Utara Rudy Nababan, serta calon bupati dan wakil bupati, Satika Simamora dan Sarlandy Hutabarat.
Patil Sianipar, salah satu tokoh adat yang hadir, mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran para kandidat di tengah-tengah masyarakat Garoga. Ia melihat hujan yang turun sebagai berkah dan berharap Satika Simamora bisa menjadi pemimpin yang membawa kebaikan untuk seluruh masyarakat Tapanuli Utara.
Dalam orasinya, Nikson Nababan mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan kesopanan dalam berpolitik dan menjauhi permusuhan. Ia menyinggung insiden yang terjadi di Kecamatan Pahae, mengingatkan bahwa sikap arogansi dan konflik tidak sejalan dengan semangat demokrasi. “Pesta demokrasi bukanlah ajang permusuhan. Kita bersaudara, terikat oleh adat Dalihan Na Tolu untuk saling menghormati. Mari kita jual visi dan misi dengan bijak agar masyarakat memilih pemimpinnya dengan cerdas pada tanggal 27 November nanti,” tegasnya.
Sementara itu, Sarlandy Hutabarat, calon wakil bupati, mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat masyarakat Garoga. Dengan penuh rasa terima kasih, ia menerima ulos batak, beras, dan ikan mas sebagai simbol dukungan dari masyarakat. Ia berpesan kepada generasi muda agar menjadi pelopor yang inovatif, menghindari narkoba, dan berkontribusi positif bagi pembangunan daerah.
Calon bupati Satika Simamora turut menyampaikan keprihatinannya terhadap suasana kampanye yang kerap diwarnai tindakan arogan. Ia mengisahkan pengalamannya sebagai aktivis ’98 di Jakarta yang menjunjung tinggi etika dalam menyampaikan pendapat, dan merasa prihatin atas adanya caci maki dan hinaan yang diterima timnya saat berkampanye. “Dalam hidup, kadang kita berbuat baik tetapi justru mendapat hinaan. Namun saya percaya, dengan dukungan masyarakat Tapanuli Utara dan restu Tuhan, kita dapat terus maju bersama,” ucapnya yang disambut tepuk tangan meriah.
Mengakhiri acara, Satika Simamora turut bernyanyi bersama masyarakat, menambah kehangatan di tengah suasana penuh kekeluargaan.(*)



























Discussion about this post