Oleh Redaksi
BERITAMONALISA.COM | – Masa remaja adalah masa yang sangat paling menyenangkan untuk dikenang. Waktu dimana saat kita masih terkenal polos dan apa adanya, kala itu yang ada dipikiran kita mengejar cita-cita dan impian yang harus diwujudkan walaupun kadang apa yang kita harapkan tidak selalu sesuai dengan apa yang dulu pernah kita impi-impikan setelah kita mencoba dan berusaha tentunya.
Setelah puluhan tahun, berjuang mengapai impian. Kerinduan tersebut muncul, membentuk wadah sebagai ajang silaturrahmi sekaligus forum diskusi membangun komunikasi yang telah lama terputus.
Rasa persaudaraan begitu kental terasa. Semua bersatu dalam kehangatan untuk saling melepaskan kerinduan, silaturahmi dan mengenang masa-masa muda dahulu.
Cerita Siantar Dulu atau CSD, yang diinisiasi Yudi Siregar ,Muhammad Efendi Harahap, Doli Damanik, Rudi, Iwan Batu Bara, dan Daman Bakara akhirnya dikukuhan, acara yang memiliki landasan “Kegotong royongan, Kebersamaan dan Kepedulian kepada Sesama”, itu bertujuan untuk menggugah kepedulian sosial, ungkapan kerinduan melalui nostalgia dan masa remaja, menggalang silaturahmi yang berkesinambungan dan mampu mewujudkan aksi nyata untuk berbagi kepada sesama, maupun sumbangan pikiran akan nasib bangsa Indonesia terkhusus Kota Pematangsiantar pada masa kini dan akan datang.
Acara pengukuhan yang digelar sederhana di Desa Silampuyang, Ahad 27 Maret 2022, juga dihadiri dari kaum ibu. Secara aklamasi digawangi Yudi Siregar sebagai Ketua, Muhammad Efendi Harahap sebagai Sekretaris serta Rudi sebagai Bendahara.
Pada kesempatan tersebut, Yudi Siregar kepada media mengatakan, CSD ini diharapkan ada tindaklanjutnya dengan kesepakatan membentuk program sosial, kreatif dan bermanfaat bagi masyarakat, yang lahir dari kebersamaan.
“Kita (anak muda angkatan 70″-80″-an) sebagai salah satu komponen warga Pematangsiantar, sudah berkewajiban mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila yang semakin hari semakin dangkal dan dilupakan oleh masyarakat Indonesia pada umumnya dan generasi muda pada khususnya,” ujarnya.
Yudi menambahkan, ini awal CSD untuk berkiprah di Pematangsiantar, dan kita harap dapat berkembang. Bukan hanya di Pematangsiantar tapi juga daerah-daerah lainnya yang ada di Indonesia. Kita ingin membangkitkan kepedulian para pengurus dalam giat sosial dan kegiatan inovatif dalam memajukan kota Pematangsiantar yang kita cintai.
“Ini juga diharapkan sebagai suatu pelajaran bagi anak cucu serta generasi mendatang.” Bahwa mengingat dan berbagi kebahagiaan adalah suatu bentuk cinta kasih kita antara sesama, terutama atas peranan pendidikan sosial dalam kehidupan kita,” pungkasnya. (*)
No Result
View All Result
Discussion about this post