Oleh Azis
SIMALUNGUN | -Masyarakat Nagori Tangga Batu boleh merasa bangga dan senang, dengan diselesaikan pengerjaan jembatan tua yang dulu kerap dikeluhkan.
Jembatan tua bangunan kolonial Belanda yang menghubungkan beberapa dusun Dinagori Tangga Batu, Kecamatan Hatonduhan, sejatinya sudah rampung hanya tinggal menunggu waktu saja untuk bisa dilintasi kendaraan besar.
Bercerita tentang jembatan tua tersebut, diungkapkan salah satu tokoh masyarakat Tangga Batu, yang enggan disebutkan namanya, Ia mengatakan, bahwa jembatan itu berusia puluhan tahun, mungkin lebih 100 tahun,” sejak saya kecil jembatan tua itu sudah ada, bahkan saya sekarang sudah berusia 70 tahun, bisa dibayangkan berapa tahun usianya jembatan itu. Katanya. Pada (14/03/2022)
Nah sekarang, setelah sekian lama, jembatan tua itu kini sudah diperbaiki, dibangun yang lebih besar dan tinggi, tak ada lagi besi atau kayu-kayu diatasnya, kalo dulu kita masyarakat sering diminta untuk berkontribusi untuk mengganti kayu jembatan, yang hanyut diterjang air, atau rusak termakan usia. dengan dibangunnya jembatan tua tersebut, kami masyarakat sangat senang, artinya tak ada lagi istilah bantuan kayu atau yang lainnya. Ucapnya.
Dan saya lihat pembangunannya sudah rampung, struktur pembangunannya juga kokoh, hanya tinggal menunggu waktu untuk dilintasi kendaraan besar, kita harapkan kerjasama yang baik dengan masyarakat yang ada disusun seberang, terutama pengusaha angkutan yang bermuatan kelapa sawit, untuk bersabar.
Jangan kita paksakan untuk melintas, sebelum ada arahan dari pihak pemborong, yang kita jaga adalah kwalitas bangunan, jangan hanya kepentingan pribadi bangunan yang belum waktunya dilintasi dipaksakan, terakhir ada yang pecah yang disalahkan siapa, pasti pihak pemborongkan…? Kata nya lagi.
Terkait pemberitaan yang tayangkan salah satu media, yang katanya pengerjaannya lamban, itu yang kurang kerjaannya, katanya lagi.
Kalopun lamban tapi hasilnya bagus dan memuaskan kenapa rupanya, yang kita harapkan dari masyarakat adalah hasilnya, ini Jembatan lo…..! yang nantinya akan dilintasi mobil-mobil besar bermuatan, kita perlu kwalitas yang baik untuk anak cucu kita kedepannya. Pungkasnya.
Sementara Lamhot Sirait, Gamot Huta 1, Nagori Tangga Batu, mengungkapkan hal yang sama, “ada yang mengatakan pengerjaan jembatan itu lamban, saya kira kita perlu kroscek dilokasi, kenapa lamban..?
Pertama, kondisi lokasinya, kurang strategis, banyak faktor yang menyebabkan itu lamban, tapi yang pasti kita semua mengharapkan yang terbaik dalam proses pembangunannya, jangan hanya kepentingan pribadi, kepentingan yang besar dikorbankan.
Kita semua sangat bersyukur, dengan dibangunnya jembatan tua itu, yang dulu kita keluhkan, kita resah dan bertanya kapan akan dibangun, “nah sekarang dengan adanya Anggota Dewan di Nagori kita yaitu Bapak Johannes Sipayung SE. jembatan tua itu sudah terbangun dengan baik.
Dan sekarang Jembatan tua itu sudah terbangun dan rampung, terkait lamban atau segala macam apalah itu, semua ada prosedurnya, ada PPK, ada pengawasnya dari Pemkab, jadi apa yang mau kita ributkan, “toh nantinya kita semua akan menikmati hasil dari kerja keras beliau, yang peduli dengan situasi kita saat ini. Katanya.
Lebih jauh Ia juga berharap kerjasama dari semua pihak, untuk bersabar dalam waktu yang tak lama lagi jembatan itu bisa kita lalui, Kata Gamot mengakhiri. (*)
No Result
View All Result
Discussion about this post