
Dua Sisi Pengaman Ambruk, Akses Utama Menuju Perdagangan Terancam
Kondisi memprihatinkan terlihat di sebuah jembatan di Nagori Bandar Rakyat, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Dua sisi pengaman jembatan dilaporkan ambruk setelah ditabrak kendaraan angkutan. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga karena jembatan hanya memiliki lebar sekitar tiga setengah meter dan menjadi jalur utama penghubung masyarakat menuju Kota Perdagangan.

Oleh WH Butarbutar
SIMALUNGUN – Jembatan di Nagori Bandar Rakyat, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, kini menjadi perhatian warga. Pasalnya, pengaman di kedua sisi jembatan telah ambruk dan hingga kini belum diperbaiki. Kondisi tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama karena lebar jembatan hanya sekitar tiga setengah meter.
Pangulu Nagori Bandar Rakyat, Jimson Manik, saat dikonfirmasi awak media, Jumat, 9 Oktober 2026 sekitar pukul 14.00 WIB, menjelaskan, salah satu pengaman jembatan ambruk setelah ditabrak truk Colt Diesel pengangkut tandan buah sawit dari kawasan PTPN IV Kebun Laras.
Menurut Jimson, kejadian tersebut telah dilaporkan kepada pihak Kebun Laras. Namun, meski hampir tiga minggu berlalu, janji untuk melakukan perbaikan disebut belum terealisasi.
Sementara pengaman di sisi lainnya juga mengalami kerusakan akibat ditabrak kendaraan pada tengah malam. Warga baru mengetahui kejadian tersebut pada pagi harinya, ketika kedua sisi pengaman jembatan sudah tidak lagi berfungsi.
Kondisi jembatan tanpa pengaman ini dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan dan berpotensi menimbulkan korban apabila tidak segera ditangani.
Pangulu Bandar Rakyat juga menyebut, kondisi jembatan tersebut telah dilaporkan kepada Camat Bandar, Supardi, untuk selanjutnya diteruskan kepada Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui dinas terkait, termasuk PUTR Simalungun.
Desakan perbaikan semakin penting karena jembatan tersebut merupakan salah satu akses utama masyarakat dari wilayah Pematang Bandar menuju Kota Perdagangan, Kecamatan Bandar.
Jalur ini juga menjadi akses penting bagi aktivitas warga, termasuk mengangkut hasil pertanian dari wilayah Pematang Bandar menuju pusat perdagangan.
Warga dari dua wilayah, yakni Kecamatan Pematang Bandar dan masyarakat Bandar Marisi, Kecamatan Bandar, berharap Pemerintah Kabupaten Simalungun segera turun ke lokasi dan melakukan penanganan.
Mereka meminta kondisi jembatan tidak dibiarkan berlarut-larut, mengingat keselamatan pengguna jalan menjadi taruhan. Warga berharap perbaikan dilakukan secepatnya, sebelum kerusakan pengaman jembatan berubah menjadi kecelakaan dan menimbulkan korban jiwa.(*)



























Discussion about this post