
Oleh Kemas Niko
PARAPAT, SIMALUNGUN — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Pematangsiantar sukses menggelar Karya Hita Festival 2026 di RTP Pantai Bebas Parapat, Kabupaten Simalungun, pada 2–4 Oktober 2026. Mengusung tema “Harmoni Sisi Batas Labuhan untuk Indonesia”, festival ini menjadi wadah strategis untuk mendorong UMKM lokal khususnya sektor kopi, teh, wastra, dan kuliner agar naik kelas dan menembus pasar global.
Selama tiga hari, berbagai agenda digelar untuk mempertemukan pelaku usaha dengan para ahli. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah Tea Mixology Demo & Mini Workshop yang Menghadirkan Shane dari (Founder Teashane) dan Okky (Founder Jelajah Rasa), workshop ini mengajak peserta mengeksplorasi seni meracik teh melalui demo, praktik, dan co-creation. Kegiatan ini menjadi bentuk Interactive Tea Edutainment yang memperkenalkan pengalaman teh Indonesia dengan cara yang lebih modern dan kreatif.
Pada puncak acara, Minggu (4/10/2026) sore, sejumlah agenda bergengsi digelar, mulai dari talk show, fashion show wastra, halal chef competition, hingga hiburan yang ditutup oleh penampilan Gok Malau.
Kepala KPw BI Pematangsiantar, Ahmadi Rahman, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkab Simalungun dan seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya acara.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkab Simalungun beserta seluruh pihak yang mendukung, mulai hari Jumat hingga hari ini puncaknya,” ujarnya.
Ahmadi menegaskan bahwa pelaksanaan Karya Hita di Pantai Bebas Parapat merupakan yang pertama kali digelar di lokasi tersebut. Ia berharap ke depannya festival ini dapat diselenggarakan lebih besar lagi.
Menurutnya, Karya Hita dirancang untuk mendorong UMKM tumbuh dan berkembang, termasuk sektor kopi, teh, kuliner, serta kerajinan.
Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih, menyebut UMKM sebagai salah satu pondasi penting perekonomian masyarakat. Namun, ia menyoroti tantangan yang masih dihadapi pelaku usaha, terutama terkait kualitas produk.
“Saya meminta kepada seluruh perangkat daerah agar bersinergi, agar program yang diluncurkan hari ini benar-benar dikawal dan dilaksanakan secara berkelanjutan,” ucapnya saat menutup acara.
Anton menekankan bahwa pemerintah dan Bank Indonesia tidak dapat bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat sebagai pelaku utama penggerak ekonomi daerah.
“Melalui Karya Hita ini kita membuka pembangunan Simalungun, melalui peluncuran sinergi program, yaitu program pemberdayaan masyarakat, program pembangunan ekonomi daerah, pengembangan desa wisata dan bisnis ekspor biji kopi Simalungun,” tuturnya.
Di sektor wastra, KPw BI Pematangsiantar memfasilitasi bimbingan fesyen bagi 30 pengrajin kain lokal di sekitar Siantar–Simalungun. Bimbingan ini menghadirkan desainer nasional Ali Charisma dan berlangsung sejak tahun 2026.
“Kita melihat bagaimana karya kreatif wastra memiliki potensi bisnis yang tinggi, setelah sebelumnya kita mendorong komoditas seperti kopi dan teh naik kelas,” kata Ahmadi.
Para pengrajin mendapatkan tips praktis untuk meningkatkan kualitas warna dari pewarna alami dan kekuatan jahitan. Hasil karya mereka kemudian ditampilkan dalam fashion show pada puncak acara.
Karya Hita Festival 2026 bukan sekadar perayaan, melainkan langkah nyata dalam membangun ekosistem ekonomi daerah yang lebih kuat. Dengan melibatkan berbagai sektor dari teh, kopi, wastra, hingga kuliner festival ini menjadi fondasi bagi Simalungun untuk melangkah lebih jauh ke pasar nasional dan global.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih, Sekretaris Daerah Simalungun Mixnon Saragih, Direktur Utama BPODT Arditama Nusantara Putra, perwakilan Polres Simalungun, perwakilan Dandim 0207/Simalungun, serta unsur Forkopimda. Tampak hadir pula Kepala Dinas Pariwisata Frenky Fernandus Purba, Kepala Dinas Perdagangan Eva Suryati Ulyarta, dan Ketua Damanik Panogolan Satben Rico Damanik.(*)

























Discussion about this post