
Mahmud Efendi: Momentum Pengabdian dan Profesionalisme ASN Muda
Oleh Syarifuddin Simatupang
Tapanuli Tengah – Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Mahmud Efendi, mengikuti Upacara Pelantikan Pamong Praja Muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXII secara virtual melalui Zoom Meeting, Senin (28/07/2025). Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Garuda Kantor Bupati Tapanuli Tengah.
Turut mendampingi Wakil Bupati dalam kegiatan tersebut, Asisten Administrasi Umum Setdakab Tapteng Dra. Nurjalilah, serta Plt. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tapteng, Gusni Army Pasaribu, S.IP., M.M.
Pelantikan Pamong Praja Muda secara nasional dilaksanakan secara langsung di Kampus IPDN Jatinangor, Jawa Barat, dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Dalam pelantikan tersebut, Mendagri melantik sebanyak 1.110 orang Pamong Praja Muda, terdiri dari 715 putra dan 395 putri lulusan IPDN Angkatan XXXII Tahun 2025.
Tito Karnavian dalam amanatnya menyampaikan rasa syukur dan harapan besar kepada para lulusan agar dapat menjalankan tugas-tugas pemerintahan secara profesional dan penuh tanggung jawab.
“Saya percaya, saudara-saudari dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Jadilah ASN yang melayani, bukan dilayani,” tegas Mendagri Tito Karnavian.
Prosesi pelantikan ditandai dengan penyematan Lencana Pamong Praja serta pengalungan Lencana Kartika Astha Brata kepada lulusan terbaik, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Pamong Praja sebagai simbol komitmen terhadap integritas dan dedikasi dalam pelayanan publik.
Wakil Bupati Mahmud Efendi menyampaikan apresiasi atas dilantiknya para lulusan IPDN dan berharap ke depan mereka dapat berkontribusi nyata di berbagai lini pemerintahan, termasuk di Kabupaten Tapanuli Tengah.
“Mereka adalah calon pemimpin masa depan. Pelantikan ini menjadi tonggak penting untuk mengukuhkan semangat pengabdian dan profesionalisme di tengah tantangan pemerintahan modern,” pungkas Mahmud Efendi.
Pelantikan secara virtual ini menjadi bentuk adaptasi pemerintahan di era digital, tanpa mengurangi khidmat dan makna dari proses resmi kenegaraan tersebut.(*)



























Discussion about this post