Oleh Leo Siagian
TARUTUNG | – Suasana asri penuh semangat tampak di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tarutung, Senin (21/7/2025), saat petugas dan warga binaan bersama-sama memanen 40 kilogram sayuran pakcoy. Kegiatan ini berlangsung di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) dan lahan pertanian ketahanan pangan Rutan, sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian yang rutin digelar.
Kepala Rutan Tarutung, Evan Yudha Putra Sembiring, menegaskan bahwa program pertanian ini bukan sekadar aktivitas rutin, melainkan strategi pembinaan karakter dan kemandirian warga binaan.
“Kami ingin warga binaan memiliki keterampilan yang bermanfaat agar kelak setelah bebas, mereka mampu hidup mandiri dan berkontribusi di masyarakat,” jelasnya.
Evan juga menyampaikan bahwa program ini selaras dengan akselerasi kebijakan Menteri Hukum dan HAM bidang Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, serta arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, yang mendorong pembinaan produktif melalui ketahanan pangan.
Apresiasi datang dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Yudi Suseno, atas keberhasilan Rutan Tarutung dalam menjalankan pembinaan berbasis kerja nyata.
“Ini menjadi bukti bahwa pemasyarakatan bukan hanya tentang hukuman, tetapi tentang harapan dan bekal hidup baru,” ucapnya.
Sayuran hasil panen dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur rutan, sedangkan sisanya dipasarkan guna mendukung kegiatan pembinaan lainnya. Program ini juga menjadi contoh nyata penerapan gotong royong antara petugas dan warga binaan dalam menciptakan lingkungan yang produktif, sehat, dan berdaya guna.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Subseksi Pengelolaan Mian Halomoan Ronald Simarmata, Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Jonias B. Pakpahan, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan James Bond Naibaho, serta jajaran pegawai lainnya.
Dari balik jeruji, harapan tumbuh di ladang pakcoy.(*)



























Discussion about this post