Aksi begal kembali menghantui warga di wilayah Tanjung Anom, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara atau UINSU Medan, Nasmaul Hamdani, mengaku menjadi korban pembegalan saat hendak pulang ke kos, Minggu dini hari, 12 Oktober 2026. Korban mengaku sepeda motor yang dikendarainya diterjang dari arah belakang hingga terjatuh, kemudian kepalanya dipukul menggunakan gagang senjata tajam sebelum sepeda motor tersebut dibawa kabur pelaku.
Oleh Budiman Manik
MEDAN – Suasana dini hari yang seharusnya menjadi waktu untuk beristirahat berubah menjadi pengalaman mencekam bagi Nasmaul Hamdani.
Mahasiswa UINSU Medan yang juga merupakan kader HMI Fakultas Saintek ini mengaku menjadi korban aksi begal ketika dalam perjalanan pulang menuju kosnya.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul empat pagi, 12 Oktober 2026, di Jalan Besar Tanjung Anom, kawasan Durian Jangak, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Menurut keterangan Nasmaul kepada awak media, Sabtu, 17 Oktober 2026, kejadian bermula ketika dirinya pulang dari rumah seorang teman di Perumahan Citra Wahana 2 Tanjung Anom menuju kosnya di kawasan Jalan Pertanen.
Saat dalam perjalanan, korban mengaku mulai merasa diikuti sebuah sepeda motor yang ditumpangi dua orang tidak dikenal dari arah belakang. Setibanya di lokasi kejadian, sepeda motor yang dikendarai Nasmaul tiba-tiba diterjang dari belakang. Akibatnya, korban kehilangan kendali dan terjatuh ke badan jalan.
Dalam kondisi terjatuh, korban mengaku kembali mendapatkan kekerasan. Kepalanya dipukul menggunakan gagang senjata tajam oleh salah seorang pelaku.
Setelah korban tidak berdaya, sepeda motor yang dikendarainya kemudian dibawa kabur oleh pelaku.
Nasmaul menegaskan, sepeda motor jenis Honda All New Beat Sporty CBS ISS Deluxe tahun 2024, warna hitam dengan lis merah dan nomor polisi BK 5116 XBK tersebut bukan miliknya. Motor itu, kata Nasmaul, merupakan milik rekannya sesama kader HMI bernama Rizki Anugrah.
“Sepeda motor tersebut bukan punya saya, akan tetapi milik teman HMI saya, yang bernama Rizki Anugrah,” ujar Nasmaul.
Usai kejadian, Nasmaul yang mengalami luka pada bagian kepala kemudian meminta pertolongan. Ia menghubungi rekannya dan meminta dibawa ke RSU Pancur Batu untuk mendapatkan penanganan medis.
Jeritan korban juga didengar sejumlah warga sekitar. Warga kemudian mendatangi lokasi dan berupaya mengejar para pelaku. Namun, berdasarkan keterangan korban, para pelaku berhasil melarikan diri dengan membawa sepeda motor tersebut ke arah Desa Tanjung Anom.
Peristiwa ini selanjutnya dilaporkan korban kepada pihak kepolisian. Laporan dibuat di Polsek Pancur Batu pada 13 Oktober 2026. Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/355/X/2026/SPKT/POLSEK PANCUR BATU POLRESTABES MEDAN POLDA SUMATERA UTARA.
Kasus ini kini menjadi perhatian korban, terlebih karena aksi kekerasan tersebut terjadi pada waktu dini hari ketika kondisi jalan relatif sepi.
Sebagai korban, Nasmaul berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap identitas dan keberadaan pelaku serta menemukan kembali sepeda motor milik rekannya.
Ia juga meminta Kapolrestabes Medan memberikan perhatian serius terhadap kasus tersebut dan mengungkap aksi pembegalan yang menurutnya telah meresahkan masyarakat.
“Begal ini sangat meresahkan. Tolong saya, Pak Kapolrestabes Medan,” ujar Nasmaul.
Kasus ini selanjutnya diharapkan dapat diusut secara profesional berdasarkan laporan dan bukti-bukti yang ada, termasuk keterangan korban maupun saksi, serta hasil penyelidikan kepolisian.
Masyarakat juga diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika melakukan perjalanan pada dini hari di kawasan yang relatif sepi.
Hingga berita ini disusun, keterangan mengenai perkembangan penyelidikan dan identitas terduga pelaku masih menunggu informasi resmi dari pihak kepolisian.(*)



























Discussion about this post