
Oleh WH Butar Butar
BERITAMONALISA.COM | – Acara Silahturahmi Hanpang yang diselenggarakan pada tanggal 11 Desember 2024 di Kapolsek Serbelawan dimulai dengan doa oleh Pangulu Nagori DolokMainu, Sugeng, S.Pd. Kemudian, sambutan disampaikan oleh Pangulu Kecamatan Tapian Dolok, Amat Simbolon, dan Pangulu Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Shah Ruddin, serta Pangulu Nagori Kahean.
Kapolsek Serbelawan, AKP Syamsul B. Dalimunte, S.H., M.H., membuka acara ini yang dihadiri oleh 16 orang Pangulu dan 2 Lurah dari Kecamatan Dolok Batu Nanggar, serta 10 Pangulu dan 1 Lurah dari Kecamatan Tapian Dolok. Masing-masing kecamatan juga mengirimkan Sekcam untuk mewakili Camat.
AIPTU W. Tarigan, Kanit Sabara, bertindak sebagai pemandu acara, sementara Kompol Gandhi Hutagaol, Kabag SDM Polres Simalungun, menjadi narasumber utama. Kompol Gandhi menyampaikan pentingnya program Presiden Republik Indonesia Prabowo Gibran, yang bertujuan menuju Indonesia Emas pada 2045, dimulai dengan ketahanan pangan. Program ini melibatkan seluruh jajaran polisi dengan inisiatif “1 Polisi 1 Desa,” yang bekerja sama dengan kepala desa untuk mengelola lahan tidur.
Dalam acara tersebut, Kompol Gandhi juga menjelaskan Program HANPANG (Ketahanan Pangan) yang bersinergi dengan pemerintah desa hingga kabupaten, untuk memastikan ketahanan pangan berjalan secara berkesinambungan. Tak hanya itu, kegiatan ini turut melibatkan Program Kementerian Pertanian, seperti Gerakan Pangan Merah Putih dan penggunaan pekarangan untuk ketahanan pangan bergizi, yang dikenal dengan Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B).

AKP Syamsul B. Dalimunte juga menyoroti pentingnya teladan dalam program seratus hari yang difokuskan pada pemberantasan kenakalan remaja, balap liar, knalpot blong, serta narkoba. Peningkatan ketahanan pangan bertujuan untuk meningkatkan SDM di seluruh masyarakat, dengan fokus pada tiga tujuan utama:
1. Meningkatkan aksesibilitas dan pemanfaatan pangan dalam rumah tangga.
2. Meningkatkan gizi keluarga dan penghematan pengeluaran rumah tangga.
3. Mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan dan lahan terbuka untuk ketahanan pangan.
Program ini menargetkan rumah tangga di pedesaan, terutama yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT), dengan target 50% desa memiliki pangan bergizi pada tahun 2029. Dana untuk kegiatan fisik berasal dari 20% dana desa, sedangkan kegiatan non-fisik seperti pelatihan dan pendampingan didanai oleh Kementerian Pertanian.



























Discussion about this post