Oleh Henry
BERITAMONALISA.COM | – Berbagai macam cara positif yang dilakukan masyarakat Sumatera Utara untuk melestarikan kebudayaannya. Ini dilakukan untuk menjaga kearifan lokal dan eksistensi kebudayaan yang ada di provinsi Sumatra Utara secara khusus di kawasan Danau Toba.
Hal itu yang diikuti oleh Anastasya Charles Angel Simanjuntak perancang muda berbakat asal Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara dengan persembahan rancangan busana berbahan ulos dan motif ulos.
Busana Pesta dengan Thema Glamour yang dipersembahkan oleh Anatasya pada event wisata desa Festival Ulos ” Hita do Hutaraja 3″ dalam memperingati Hari Ulos yang digelar Kampung Hutaraja, Desa Lumban Suhi Suhi Toruan, Kabupaten Samosir. Busana yang dimodifikasi dengan Ulos Ragi Botik khas Tapanuli Utara. Ulos memiliki tiga warna, hitam, putih dan merah dimana warna ini disebut warna khas batak. Ketiga warna ini merupakan ragi kehidupan, merah artinya keberanian, hitam artinya kepemimpinan dan putih artinya kesucian.
Tampil sebagai Juara 1 Kategori ketiga Tingkat SMA-Dewasa dengan rancangan busana ESCLUSIVE MODEL karya Anastasya CA Simanjuntak. Busana pesta di design Elegan dan trendy ditambah Acsen Payet yang dibrand nama Acas Mode, terlihat Glamour saat diperagakan Givania Manurung model cantik siswi SMA PGRI 20 Siborongborong semakin menambah estetika busana ulos pada Fashion Show Ulos yang diselenggarakan Kampung Ulos Hutaraja, Desa Lumban Suhi Suhi Toruan, Kabupten Samosir, Jumat (18/10/2020).
Anastasya berharap kain ulos akan semakin di cintai oleh masyarakat Batak dan Indonesia bahkan dunia,
“Animonya masyarakat sangat luar biasa menonton acara ini, jadi sebagian besar yang hadir menggunakan busana dari ulos, kain tenun Batak. Kedatangan mereka tak lain untuk memeriahkan acara Hita Do Hutaraja, sebuah acara spesial tentang ulos,” ucapnya pada media Monalisa saat di wawancara di galeri miliknya. Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara. Kamis (20/10/2022).
Ia juga menyampaikan acara ini diawali dengan Martonun Sadari yaitu kegiatan bertenun bersama puluhan penenun disepanjang kawasan rumah adat Hutaraja.
“Peragaan busana kreasi ulos yang dipimpin langsung oleh dewan juri, Stela Florensia Hutajulu. Lebih dari 200 peserta dari berbagai usia mengikuti ajang ini. Bukan hanya dari Kabupaten Samosir, peserta juga datang dari luar Kabupaten Samosir,”urai Tasya yang juga sering mengikuti event fashion show dan kerap tampil juara.
“Saya berharap semoga kegiatan bertenun ulos semakin bangkit, budaya Batak pun tetap lestari, “Semisal Di Taput ada juga kampung ulos, tempatnya para penenun menghasilkan karya-karya yg luar biasa. Menampilkan fashion show, kreasi tenun sehingga terlihat kekinian dan juga inovasi mengenai ulos, seperti yang pernah di bina ketua Dekranasda Taput ibu Satika Simamora terkait bahan pewarna alami, saya berharap semoga kegiatan bertenun ulos semakin bangkit dan budaya Batak akan tetap lestari,” pungkas Tasya yang juga binaan galeri UMKM oleh Satika Simamora. SE. MM ketua Dekranasda Kabupaten Tapanuli Utara.
Dipuncak acara, para pengunjung dihibur oleh peragaan busana dari para ibu penenun ulos. Mereka mengenakan kain ulos yang mereka tenun sendiri. Acara ini digagas oleh Pemerintah Desa Lumban Suhi Suhi Toruan dan bekerjasama dengan Bank Indonesia Sibolga, untuk mengapresiasi para penenun, para pejuang budaya. (*)
No Result
View All Result
Discussion about this post