BERITAMONALISA.COM | – Kunjungan Kementrian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi bersama Tim Kantor Staf Kepresidenan dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi ke Akademi Keperawatan Pemkab Taput, memberikan dampak positif bagi peningkatan pembangunan Sumber Daya Manusia di Tapanuli Utara, utamanya penambahan kuota penerima manfaat Kartu Indonesia Pintar bagi mahasiswa Akper Taput.
Untuk menjamin pendidikan yang berkualitas untuk semua rakyatnya, Pemerintah Indonesia mengadakan program KIP Kuliah. Dalam upaya mencerdaskan masyarakat sebagaimana diamanatkan oleh UUD 1945.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Perawat Tapanuli Utara Sabungan Parapat. SE. SH di dampingi Direktur Akper Pemkab Taput Nurlela M Nababan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tapanuli Utara Bontor Hutasoit, Tim BRI saat menerima Kementrian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi bersama rombongan Kantor Staf Kepresidenan pada hari Rabu (31/2022) kemarin di Aula Akper Pemkab Taput.
Sabungan Parapat mengapresiasi kunjungan rombongan,” Terima kasih banyak kami sampaikan kepada Bapak Ir Joko Widodo, Presiden RI, atas bantuan dan perhatiannya serta berkenannya memberikan tugas kepada bapak Abetnego Tarigan Deputi KSP dan Team untuk mengunjungi Kampus Akper Pemkab Tapanuli Utara,” kata Sabungan saat dikonfirmasi media ini lewat WhatsAppnya. Jumat (2/9/2022).
“Kunjungan kerja beliau terkait KIP kuliah, namun ada banyak hal yang dapat kami konsultasikan, diskusikan. Sekali lagi
Yayasan sangat berterima kasih atas kunjungannya.
Bapak Tarigan juga bapak Muni
Memberi semangat, dorongan kepada kami, sebagai pihak swasta yang membantu atau bersama sama Pemerintah sebagai penyelenggara pendidikan dalam upaya mencerdaskan masyarakat sebagaimana diamanatkan oleh UUD 1945, dan arahan agar selalu berupaya inovatif dan kreatif serta mengikuti perkembangan jaman khususnya di bidang IT dan Teknologi. Beliau menyampaikan bahwa Pemerintahan Jokowi, sangat konsen dan berkomitmen untuk terus berupaya memajukan pendidikan, yang diharapkan dapat menciptakan Sumber Daya Manusia yang berkualitas, integritas dan professional, memiliki daya saing, siap kerja dan siap membuka lapangan kerja,” ungkapnya.
Sabungan juga memohon kepada Jokowi untuk membantu pembenahan yayasan, mulai dari kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan, seperti pembangunan Kampus Baru, asrama (Rusunawa), pembinaan dan pengembangan SDM pendidik yang profesional, serta penambahan kuota penerima manfaat KIP.
“Selama ini kami banyak dibantu, dibimbing dan dibina oleh Bupati Taput, bapak Nikson Nababan dan dengan kedatangan kunjungan bapak Abetnego Tarigan dan Team, juga dari Kemenristekdikti, semakin terasa akan banyaknya perhatian dan bantuan Pemerintah kepada kami, baik Pemkab maupun Pusat, yayasan juga berharap serta memohon kepada Presiden Jokowi, untuk membantu kami, masih banyak yang perlu kami benahi atau bangun, banyak sarana dan prasarana yang dibutuhkan tetapi dengan keterbatasannya yayasan belum bisa penuhi, diantaranya Pembangunan Kampus Baru, asrama (Rusunawa), pembinaan dan pengembangan SDM pendidik yang profesional,” pungkasnya.
Direktur Akademi Keperawatan Tapanuli Utara, Nurlela M Nababan juga memaparkan kondisi terkini Akper Taput yang pada tahun ajaran 2022/2023, telah menerima 140 mahasiswa baru yang akan digembleng menjadi perawat-perawat handal yang mampu memberikan pelayanan medis terbaik bagi masyarakat.
Jumlah mahasiswa yang diterima pada tahun ajaran terbaru kali ini mengalami peningkatan signifikan dari total sebanyak 74 mahasiwa pada tahun ajaran sebelumnya yang merupakan langkah konkret yayasan dalam menyikapi tingginya antusiasme masyarakat untuk menitipkan generasi muda Taput dalam mengeyam pendidikan keperawatan.
“Harapan kita, seiring bertambahnya jumlah mahasiswa yang diterima, yakni dari 74 mahasiswa menjadi 140, kuota penerima KIP juga berbanding lurus,” kata Nurlela.
Menurutnya, saat kondisi jumlah mahasiwa hanya sebanyak 74 orang, kuota penerima KIP sudah direalisasikan sebanyak 20 orang.
Sehingga, dengan bertambahnya jumlah mahasiswa menjadi 140 orang, maka kuota penerima KIP diharapkan sedikitnya menjadi 30 orang demi mengakomodir cita-cita, mimpi, dan harapan para mahasiswa yang mayoritas memiliki latar belakang keluarga menengah ke bawah.
“Ini yang menjadi konsen kita, bagaimana para mahasiswa berprestasi dan butuh dukungan pembiayaan dalam proses perkuliahannya menjadi penerima KIP demi peningkatan SDM bidang keperawatan di Indonesia, khususnya di Taput,” urainya.
Selama ini, kata Nurlela, berbagai kemudahan dalam proses pembiayaan perkuliahan bagi mahasiswa. (Henry)
No Result
View All Result
Discussion about this post