
Oleh Saridun Limbung
LABUHANBATU — Tumpukan sampah yang sempat memenuhi kawasan eks Pasar Baru di Jalan Diponegoro, Kelurahan Rantauprapat, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, akhirnya dibersihkan. Puluhan petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Labuhanbatu dikerahkan untuk mengangkut sampah dan berbagai material limbah yang menumpuk di kawasan tersebut, Selasa (6/10/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dalam menjaga kebersihan, kenyamanan, sekaligus memperbaiki wajah kawasan perkotaan Rantauprapat.
Kegiatan tersebut sejalan dengan tagline Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, SpOG, MKM, “Menata Kota, Membangun Desa.”
Kawasan eks Pasar Baru dinilai memiliki posisi penting karena berada di wilayah pusat kota dan menjadi salah satu jalur yang cukup banyak dilalui masyarakat.
Karena itu, keberadaan tumpukan sampah di kawasan tersebut bukan hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan apabila tidak segera ditangani.
Aksi pembersihan dipimpin Sekretaris DLH Kabupaten Labuhanbatu, M. Ridwan Harahap, bersama tim kebersihan. Puluhan petugas turun langsung ke lokasi dengan dukungan sejumlah armada truk sampah untuk mengangkut sampah dan material yang menumpuk.
Kepala DLH Kabupaten Labuhanbatu Syahbela Rusli Siregar, ST, MH, melalui Sekretaris DLH M. Ridwan Harahap mengatakan, penanganan sampah di kawasan publik, terlebih di area bekas pasar, perlu mendapat perhatian serius.
Menurutnya, selain menyangkut kebersihan dan estetika kota, tumpukan sampah yang dibiarkan dapat berpotensi menjadi sumber gangguan kesehatan dan mengurangi kenyamanan masyarakat.
“Penanganan sampah tidak bisa maksimal tanpa peran serta masyarakat. Kesadaran bersama untuk tidak membuang sampah sembarangan sangat kita perlukan agar lingkungan tetap bersih dan sehat secara berkelanjutan,” ujar M. Ridwan Harahap di lokasi kegiatan.
Ia menegaskan, kebersihan kota bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah. Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan, terutama dalam menjaga lingkungan setelah proses pembersihan dilakukan.
Sementara itu, aksi pembersihan mendapat respons positif dari warga sekitar maupun pengguna jalan.
Masyarakat berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada pembersihan kali ini, tetapi dapat dilakukan secara berkala.
Warga juga berharap kawasan eks Pasar Baru tidak kembali menjadi lokasi pembuangan sampah liar. Ari (40), salah seorang warga yang melintas di lokasi, mengaku lega melihat kawasan tersebut kembali dibersihkan.
“Sebelumnya banyak orang yang tidak bertanggung jawab buang sampah sembarangan di pinggir jalan ini, di dekat kios-kios yang tidak terpakai itu. Alhamdulillah sudah dibersihkan,” ujar Ari.
Menurutnya, kondisi kawasan setelah dibersihkan terasa jauh lebih nyaman.
Warga maupun pengguna jalan kini dapat melintas tanpa harus terganggu oleh tumpukan sampah yang sebelumnya terlihat di sekitar kawasan tersebut.
Pembersihan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan mengangkut dan membersihkan tumpukannya.
Perubahan perilaku masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan menjadi bagian penting agar persoalan yang sama tidak kembali terjadi.
Dengan kawasan eks Pasar Baru kembali bersih, masyarakat berharap wajah pusat Kota Rantauprapat semakin tertata, nyaman dan asri.
Semangat “Menata Kota, Membangun Desa” pun diharapkan tidak hanya menjadi tagline, tetapi diwujudkan melalui kolaborasi nyata antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan serta kualitas lingkungan secara berkelanjutan.(*)



























Discussion about this post