Oleh Nico
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun menunjukkan komitmen kuat dalam menyusun perencanaan pembangunan yang inklusif dan responsif dengan menggelar ” Forum Konsultasi Publik (FKP) Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2025 ” .Acara ini diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Simalungun pada Rabu, (5 Februari 2025) di Kantor Bapperida, Pamatang Raya, Sumatera Utara.

Forum ini secara resmi dibuka oleh Asisten Administrasi Umum, Akmal H Siregar, yang mewakili Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga. Dalam sambutannya, Akmal membacakan pesan tertulis Bupati yang menegaskan pentingnya konsultasi publik sebagai langkah strategis untuk memastikan bahwa pembangunan daerah benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
Bupati Simalungun dalam sambutan Tertulisnya menyampaikan bahwa RKPD 2025 merupakan turunan dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Simalungun 2021-2026. Tema besar yang diusung adalah “Perwujudan Rakyat yang Sejahtera dan Berkualitas”, dengan fokus pada lima pilar utama:
1. Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM)
2. Pemerataan Perekonomian
3. Pembangunan Infrastruktur
4. Pengembangan Pariwisata Daerah
5. Perwujudan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik

Bupati menekankan bahwa pencapaian target indikator pembangunan memerlukan kerja keras, kolaborasi, dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, pemerintah pusat, maupun masyarakat. “Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk memastikan bahwa setiap program dan kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik, sehingga target pembangunan dapat tercapai secara maksimal,
Dalam forum ini, Bupati juga mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Kita harus bekerja dengan penuh dedikasi dan integritas, karena setiap langkah kita akan berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat,” pesan Bupati.
Selain itu, Bupati mengharapkan keseriusan dan partisipasi aktif dari seluruh kepala perangkat daerah dalam menyusun program prioritas yang selaras dengan tujuan pembangunan daerah. “Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari angka-angka, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaatnya,” tambahnya.
FKP Ranwal RKPD 2025 dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Staf Ahli Bupati, Asisten, pimpinan perangkat daerah, serta para camat, lurah, dan pangulu se-Kabupaten Simalungun. Acara ini dilaksanakan secara hybrid, dengan sebagian peserta mengikuti melalui platform Zoom Meeting, menunjukkan adaptasi teknologi dalam proses perencanaan pembangunan.
Forum ini tidak hanya menjadi ajang konsultasi, tetapi juga wadah untuk menampung aspirasi dan inovasi dari berbagai lapisan masyarakat. Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, Pemkab Simalungun bertekad untuk mewujudkan visi besar: **“Tanoh Habonaron Do Bona”** (Tanah yang Diberkati).
Tahun 2025 menjadi tahun yang penuh tantangan sekaligus peluang bagi Kabupaten Simalungun. Dengan RKPD yang disusun secara partisipatif dan inklusif, diharapkan pembangunan daerah dapat berjalan lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan. Masyarakat Simalungun pun menantikan realisasi dari setiap program yang telah dirancang, demi terwujudnya kesejahteraan dan kemajuan bersama.
“Mari kita bersama-sama membangun Simalungun yang lebih baik, lebih maju, dan lebih sejahtera. Semangat kita hari ini akan menjadi fondasi bagi keberhasilan pembangunan di masa depan,” tutup Bupati dalam sambutannya Tertulisnya.



























Discussion about this post