
Oleh Kemas Nico
Di tengah kehidupan modern saat ini, banyak pemuda yang kehilangan jati diri dan bingung harus berbuat apa. Tidak sedikit dari mereka yang lalai, menghabiskan waktu hanya untuk bermain atau nongkrong, bahkan lebih parah nya banyak terjerumus dalam pergaulan bebas dan kehidupan malam. Namun, di tengah kondisi tersebut, muncul sosok Frans Manihuruk, seorang pemuda ambisius dari Pematangsiantar yang telah meraih kesuksesan dalam bisnis peternakan ayam potong serta aktiv dalam organisasi/komunitas.
Frans Manihuruk berbagi kisahnya kepada tim media Monalisa, menceritakan awal perjuangannya dalam bisnis peternakan ayam. “Motivasi saya berbisnis peternakan ayam ya karena ‘untung’. Peluang bisnis ini untungnya lumayan besar dan menjanjikan. Awalnya saya melihat orang tua yang memulai bisnis ini, kemudian saya sebagai anak mengikuti jejak mereka karena UNTUNG,” ujar Frans sambil bercanda.
Frans memulai perjuangannya pada tahun 2015 sebagai pekerja yang membantu orang tuanya mengembangkan bisnis ini. Setelah enam tahun belajar dan bekerja keras, pada tahun 2021, Frans berhasil memiliki usaha peternakan ayamnya sendiri. “Privilege dari orang tua itu tidak mudah, dan tanggung jawabnya sangat besar. Hanya saja berkat keyakinan dan tujuan hidup saya, akhirnya cita-cita saya bisa terwujud. Tidak sedikit anak muda sekarang yang mendapat privilege itu gagal atau pun hancur,” tambahnya.


Selain sukses dalam bisnis, Frans juga mendedikasikan dirinya untuk kemajuan kota Pematangsiantar melalui berbagai organisasi dan komunitas. Pada tahun 2019, Frans membentuk Indonesia Esports Association (IESPA) Kota Pematangsiantar, sebuah asosiasi yang mengatur olahraga elektronik di Indonesia. Langkah ini memberikan wadah bagi anak-anak muda yang suka bermain game untuk menyalurkan bakat mereka dan memudahkan penyelenggaraan turnamen di kota tersebut.
Melihat birokrasi pemerintahan yang cukup rumit, Frans merangkul berbagai komunitas di Pematangsiantar seperti komunitas BMX, sepeda ontel, skateboard, senam aerobik, kungfu, IESPA, dan airsoftgun untuk membentuk Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI). Pada tahun 2022, Frans resmi dilantik sebagai Ketua KORMI Kota Pematangsiantar setelah melalui perjuangan yang tidak mudah, termasuk bolak-balik antara Siantar dan Medan untuk mengurus administrasi.

Frans juga harus mengeluarkan uang dari kantong pribadi serta meluangkan waktu dan energi yang besar untuk membentuk organisasi ini. Kisah perjuangan Frans sangat menginspirasi, terutama bagi anak-anak muda di Pematangsiantar, menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, kesuksesan dapat diraih.
Kisah Frans Manihuruk adalah bukti nyata bahwa dengan tekad, kerja keras, dan dedikasi, seorang pemuda dapat meraih kesuksesan yang gemilang. Frans tidak hanya berhasil dalam bisnis peternakan ayam potong, tetapi juga memberikan kontribusi besar bagi komunitasnya. Melalui berbagai organisasi dan kegiatan sosial, Frans telah menciptakan wadah bagi anak-anak muda untuk menyalurkan bakat dan minat mereka, serta mendorong mereka untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan kota Pematangsiantar.
Frans juga menunjukkan bahwa privilege dari orang tua bukanlah jaminan kesuksesan tanpa usaha dan tanggung jawab. Dengan memanfaatkan peluang yang ada dan bekerja keras, Frans berhasil mewujudkan cita-citanya dan menjadi inspirasi bagi banyak pemuda lainnya. Dedikasinya dalam membentuk IESPA dan KORMI menunjukkan komitmennya untuk memajukan olahraga dan kreativitas di kalangan anak muda.




























Discussion about this post