Oleh Redaksi
Pematangsiantar, 5 November 2024
BERITAMONALISA.COM | – Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Pematangsiantar mengungkapkan perkembangan inflasi di wilayah kerjanya untuk periode Oktober 2024. Berdasarkan data yang dirilis, inflasi di Kota Pematangsiantar tercatat mengalami angka yang cukup signifikan, yakni 0,39% secara bulanan (mtm), 3,03% secara tahunan (yoy), dan 1,97% secara tahun berjalan (ytd).
Inflasi Regional dan Nasional
Secara lebih luas, inflasi di Kabupaten Labuhanbatu tercatat sebesar 0,14% (mtm), 1,86% (yoy), dan 1,44% (ytd), sementara di tingkat provinsi Sumatera Utara, inflasi tercatat 0,13% (mtm), 1,59% (yoy), dan 0,59% (ytd). Sementara itu, inflasi nasional pada bulan Oktober 2024 tercatat sebesar 0,08% (mtm), 1,71% (yoy), dan 0,82% (ytd).
Komoditas Penyumbang Inflasi Tertinggi
Di Kota Pematangsiantar, komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi bulan ini adalah daging ayam ras dengan kontribusi 0,12%, diikuti oleh tomat yang menyumbang 0,10%. Komoditas lainnya yang turut berkontribusi adalah sigaret kretek mesin (0,09%), bawang merah (0,06%), dan cabai merah (0,06%).
Namun, beberapa komoditas justru mengalami deflasi, di antaranya cabai rawit yang turun 0,08%, sawi hijau (-0,05%), kentang (-0,03%), kacang panjang (-0,03%), serta udang basah (-0,03%).
Kondisi Inflasi Kabupaten Labuhanbatu
Sementara itu, inflasi di Kabupaten Labuhanbatu didorong oleh kenaikan harga sigaret kretek mesin yang memberikan andil 0,19%, disusul dengan tomat (0,15%), dan bawang merah (0,12%). Emas perhiasan juga mengalami kenaikan dengan kontribusi 0,10%, dan daging ayam ras berkontribusi sebesar 0,08%.
Adapun komoditas yang mengalami deflasi di wilayah ini adalah cabai rawit (-0,40%), ikan dencis (-0,15%), dan kentang (-0,09%).
Tantangan dan Antisipasi Akhir Tahun
Kenaikan inflasi yang signifikan di Kota Pematangsiantar menjadikannya sebagai wilayah dengan inflasi tertinggi di Sumatera Utara pada bulan Oktober 2024. Hal ini mencerminkan tingginya daya beli masyarakat, khususnya di Pematangsiantar, di tengah perkembangan ekonomi yang terus tumbuh.
Namun, meningkatnya harga beberapa komoditas, terutama daging ayam ras, dihadapkan pada tantangan inflasi yang lebih tinggi menjelang akhir tahun. Untuk itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar mengusulkan adanya Rapat Koordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) setempat untuk mempersiapkan kebijakan antisipasi terkait periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), sekaligus mempersiapkan TPID Award 2024.
Infografis yang memuat data lebih lengkap terkait inflasi di wilayah KPwBI Pematangsiantar dapat dilihat untuk memudahkan visualisasi data. Sumber ini berdasarkan Unit Data Statistik dan Kehumasan (UDSK) KPwBI Pematangsiantar. (*)



























Discussion about this post