Oleh Redaksi
BERITAMONALISA.COM | – Dalam rangka gebyar pekan Qris secara Nasional yang diselenggarakan, Senin 15 Agustus 2022 kemarin , selain memberi kemudahan wisatawan raon-raon ke pusat kota Siantar menaiki becak BSA, dengan hanya membayar Rp.77,- selama satu jam dengan uang digital QRIS. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar melaksanakan kegiatan Digi Campus di Universitas Simalungun dalam rangka sosialisasi Quick Response Code Indonesia Standart (QRIS), Selasa (16/8/2022).
Dalam pemahaman pembayaran Digitalisasi KPw BI Pematangsiantar mengajar dalam rangka Pekan QRIS Nasional” kepada mahasiswa USI tentang pemahaman ihwal penggunaan QRIS sebagai salah satu sarana bentuk bertransaksi.
Saat ini transformasi digital sudah masuk diberbagai aspek kehidupan, salah satunya soal transanksi. Digitalisasi telah mengubah konsep proses bisnis, mulai dari cara perusahaan berinteraksi dan bagaimana konsumen mendapatkan layanan, informasi dan barang.
Deputi Bank Indonesia Pematangsiantar, Abdul Haris dihadapan ratusan mahasiswa yang mengikuti Sosialisasi dan Edukasi QRIS & BIFAST menjelaskan, “Bahwa Digitalisasi merupakan dampak dari inovasi teknologi yang berkembang pesat, sehingga perlu respon atas perubahan tersebut untuk kebaikan bangsa.
QRIS menjadi rujukan berbagai penyelenggara pembayaran dengan menggunakan teknologi mobile phone, sebab itu BI Pematangsiantar tahun ini menargetkan 15 ribu penguna QRIS.” Jelasnya.
Salah satu keunggulan QRIS, sambung Haris adalah antar aplikasi pemain, baik bank ataupun non-bank sudah saling terhubung dengan mudah, termasuk bank-bank di daerah. “Dengan satu QR Code, bisa menerima pembayaran dari aplikasi penyelenggara manapun, baik dari bank atau non-bank, bahkan akan dapat menerima pembayaran tidak hanya warga negara Indonesia namun juga turis manca negara,”ungkapnya.
Menurut Abdul Haris, kampus merupakan tempat kaum milenial yang sangat berpotensi menjadi pengguna utama QRIS. Selain itu, sosialisasi di kampus diharapkan dapat meningkatkan kesadaran (awareness) untuk selanjutnya ditindaklanjuti dengan pelaku usaha (merchant). “Nantinya pengguna khususnya mahasiswa akan bertemu dengan penyedia (merchant). Kami sadar, mahasiswa seperti di pematangsiantar ini bisa menjadi potensi besar pengguna QRIS,” jelasnya.
Abdul Haris juga mengungkapkan, bahwa secara nasional pengguna QRIS di Kota Pematangsiantar masuk dalam urutan tertinggi. Pihaknya akan terus berupaya untuk meningkatkan dan mengoptimalkan jumlah pengguna dengan berbagai cara salah satunya sosialisasi ke setiap perguruan tinggi.”pungkasnya (*)
No Result
View All Result
Discussion about this post