Oleh Syarifuddin Simatupang
JAKARTA — Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu, SH, yang juga dikenal sebagai Aktivis ’98, menghadiri Sarasehan Aktivis Lintas Generasi memperingati 27 tahun Reformasi, Rabu (21/5/2025) di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan. Acara ini mengangkat tema “Dari Demokrasi Politik Menuju Transformasi Demokrasi Ekonomi”.
Sarasehan ini mempertemukan kembali sejumlah tokoh penting dari gerakan reformasi 1998. Tampak hadir nama-nama seperti Faisol Riza, Habiburokhman, Riza Patria, Immanuel Ebenezer, Qodari, Rocky Gerung, Haris Rusly Moti, Syahganda Nainggolan, Melkiades Laka Lena, Hariman Siregar, Agus Jabo, dan Andrianto Andri.
Dalam sambutannya, Bupati Masinton menegaskan pentingnya perbaikan tata kelola birokrasi untuk mendukung visi pembangunan di daerah. Ia menyampaikan bahwa semangat reformasi harus terus diwujudkan dalam kerja nyata, termasuk dalam pemberantasan korupsi dan penguatan sistem pengawasan.
“Saya berasal dari Barus, titik nol masuknya Islam ke Nusantara yang diresmikan Presiden Jokowi pada 2017. Saya maju sebagai kepala daerah bukan karena ambisi pribadi, tapi karena sejarah dan panggilan kampung halaman,” ujar Masinton.
Masinton juga menegaskan bahwa komitmen antikorupsi yang ia bawa di Tapteng bukan sekadar retorika. “Saya sudah sampaikan kepada BPK, KPK, dan Kejaksaan bahwa seluruh proses perencanaan dan penganggaran akan dilaporkan secara transparan,” tegasnya.
Visi yang ia usung sebagai kepala daerah adalah “Tapanuli Tengah Naik Kelas, Adil untuk Semua”, yang diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi masyarakat Tapteng.
Koordinator acara, Haris Rusly Moti, mengapresiasi kehadiran para tokoh yang datang dari berbagai penjuru Indonesia, termasuk Gubernur NTT Melkiades Laka Lena dan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu.
“Kita ingin demokrasi tidak hanya sebatas kebebasan memilih di TPS, tapi juga menyentuh akses terhadap sumber-sumber ekonomi negara untuk kesejahteraan rakyat,” tutur Haris dalam pembukaan sarasehan.
Sarasehan ini menjadi momentum refleksi dan diskusi tentang bagaimana demokrasi politik pascareformasi perlu ditransformasikan menjadi demokrasi ekonomi yang lebih merata dan adil.(*)



























Discussion about this post